Bisakah Beribadah di Rumah Disebut Gereja?

Di tengah dunia yang terus berubah — pola kerja yang bergeser, perjalanan yang melelahkan, lingkungan yang terfragmentasi, dan kerinduan nyata akan kedalaman rohani — satu pertanyaan terus muncul: Bisakah kita beribadah sebagai gereja di rumah?

Jawabannya: ya — dan bukan sebagai kompromi yang serba kurang. Persekutuan di rumah adalah yang pertama dan asli. Gereja mula-mula bertemu di rumah-rumah selama hampir tiga abad sebelum gedung gereja yang khusus pertama kali muncul. Apa yang terjadi di ruangan-ruangan itu bukan bentuk kekristenan yang lebih rendah. Itu adalah bentuknya. Dan Tuhan yang sama yang hadir di antara umat-Nya di sana kini hadir di antara umat-Nya, di mana pun mereka berkumpul dalam nama-Nya.

Artikel ini menelaah apa yang sesungguhnya dikatakan Alkitab tentang perkumpulan di rumah, mengapa gereja adalah umatnya dan bukan gedungnya, serta seperti apa gereja rumah yang setia dan dipimpin Roh dalam praktiknya.

Gereja Adalah Manusia, Bukan Tempat

Kata Yunani yang diterjemahkan sebagai "gereja" di seluruh Perjanjian Baru adalah ekklesia (jemaat yang dipanggil keluar) — secara harfiah, "sidang yang dipanggil keluar." Kata itu merujuk pada umat, bukan pernah pada gedung. Ketika Yesus berkata, "Aku akan mendirikan jemaat-Ku" (Matius 16:18, TB), Dia tidak sedang mengumumkan program arsitektur. Dia sedang membangun sebuah umat.

Paulus menuliskan kebenaran yang sama dari sudut pandang lain:

Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

— 1 Korintus 3:16 (TB)

Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

— 1 Petrus 2:5 (TB)

Bait itu dibangun kembali — dalam daging dan darah, dalam diri orang-orang percaya itu sendiri. Di mana pun tubuh Kristus berkumpul, bait Allah berkumpul. Itu benar di sebuah katedral. Itu benar di sebuah lumbung yang diubah menjadi ruang ibadah. Itu benar di sebuah ruang tamu dengan lima kursi dan Alkitab terbuka di atas meja kopi.

Janji Kehadiran-Nya

Ayat Alkitab yang paling jelas tentang gereja sekecil apa pun adalah yang hampir semua orang pernah dengar:

Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.

— Matius 18:20 (TB)

Perhatikan apa yang tidak Dia syaratkan. Dia tidak menyebut gedung. Dia tidak menyebut mimbar. Dia tidak menyebut gelar. Dia tidak menyebut afiliasi kelembagaan. Dia menyebut nama-Nya dan kehadiran-Nya di antara mereka yang dipanggil oleh-Nya. Dua atau tiga sudah cukup — karena Dia ada di sana.

Janji itu bukan sekadar ungkapan puitis. Itulah alasan mengapa gereja rumah adalah gereja yang sesungguhnya. Kristus sendiri hadir. Roh Kudus sendiri bergerak. Firman Allah didengar. Tubuh Kristus dibangun.

Gereja Mula-Mula Bertemu di Rumah-Rumah

Di sinilah banyak orang terkejut. Perjanjian Baru tidak menggambarkan orang percaya yang berkumpul di gedung gereja yang khusus — karena saat itu belum ada. Mereka bertemu di rumah-rumah. Secara terus-menerus. Sebagai pilihan utama mereka.

Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati.

— Kisah Para Rasul 2:46 (TB)

Salam kepada jemaat di rumah mereka.

— Roma 16:5 (TB)

Salam kepada kamu dari jemaat-jemaat di Asia. Akwila dan Priskila memberi salam berlimpah-limpah kepadamu dalam Tuhan, bersama-sama dengan jemaat di rumah mereka.

— 1 Korintus 16:19 (TB)

Sampaikan salam kami kepada saudara-saudara di Laodikia, juga kepada Nimfa dan jemaat yang ada di rumahnya.

— Kolose 4:15 (TB)

kepada Apfia saudara perempuan kita, kepada Arkhipus teman seperjuangan kita dan kepada jemaat di rumahmu.

— Filemon 1:2 (TB)

Lima referensi langsung dalam lima surat yang berbeda. Jemaat di rumah mereka bukan pengecualian. Itulah kebiasaannya. Mereka kadang bertemu di pelataran Bait Allah (sampai mereka tercerai-berai dalam Kisah 8). Mereka kadang bertemu di sinagoga (sampai mereka diusir). Paulus pernah menyewa sebuah aula (Kisah 19:9). Tetapi pilihan utama — selama puluhan tahun — adalah rumah.

Jika bertemu di rumah cukup baik bagi generasi apostolik, maka itu cukup baik sekarang.

Membawa Otoritas-Nya — Di Mana Pun Kamu Berkumpul

Ada dimensi iman dalam pertanyaan ini yang tidak boleh diabaikan. Alasan mengapa sebuah perkumpulan kecil di rumah adalah gereja yang sesungguhnya bukan hanya bersifat historis atau organisasional. Ini bersifat rohani. Ketika orang percaya berkumpul dalam nama Yesus, mereka membawa otoritas-Nya.

Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk mengatasi kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.

— Lukas 10:19 (TB)

Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum sesuatu yang mematikan, itu tidak akan menyakiti mereka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.

— Markus 16:17–18 (TB)

Ini bukan janji yang diperuntukkan bagi para rasul atau bagi pertemuan khusus di gedung-gedung khusus. Yesus berkata orang-orang yang percaya. Di mana pun orang percaya berkumpul, otoritas nama-Nya hadir. Penyakit dapat didoakan dan Tuhan menjawab. Penindasan setan dapat dikonfrontasi dan dipatahkan. Perkataan iman — yang diucapkan sesuai dengan Firman Allah — melakukan apa yang dilakukan Firman Allah. Gereja rumah bukan versi yang lebih kecil dari otoritas. Ia membawa otoritas yang sama yang dibawa oleh gereja mana pun: otoritas Kristus, yang dilaksanakan melalui orang-orang yang berjalan dalam iman kepada-Nya.

Mendengar Roh Bersama-sama

Gereja rumah juga adalah tempat di mana Roh Kudus didengar — bukan hanya dinyanyikan. Gereja mula-mula belajar mendengar suara-Nya secara korporat:

Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."

— Kisah Para Rasul 13:2 (TB)

Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik jemaat untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.

— Kisah Para Rasul 20:28 (TB)

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.

— Yohanes 10:27 (TB)

Mendengar Roh bukan karunia khusus yang diperuntukkan bagi segelintir orang. Itu adalah kehidupan Kristen yang normal. Dalam gereja rumah, dengan lebih sedikit suara dan kebisingan yang lebih rendah, tubuh belajar untuk mendengarkan. Keputusan-keputusan muncul sebagai pikiran Roh. Nubuat menghibur dan membangun. Perkataan pengetahuan dan hikmat membangun tubuh. Aliran profetis yang Paulus gambarkan dalam 1 Korintus 14 tidak lebih kecil kemungkinannya dalam perkumpulan kecil — justru lebih besar kemungkinannya, karena ada ruang untuk hal itu.

Setiap Anggota Adalah Imam

Mungkin ayat Alkitab yang paling penting bagi gereja rumah kembali ke kebenaran mendasar yang ditinggalkan agama yang terorganisasi dalam beberapa generasi setelah para rasul:

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.

— 1 Petrus 2:9 (TB)

dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, — bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

— Wahyu 1:6 (TB)

Tidak ada golongan "pelayan" yang menjalankan agama sementara semua orang lain hanya menonton. Setiap orang percaya adalah imam. Setiap orang percaya memiliki akses langsung kepada Bapa melalui darah Yesus. Setiap orang percaya mempersembahkan persembahan rohani. Setiap orang percaya mewakili Allah di bumi.

Gereja rumah mewujudkan kebenaran itu hampir secara otomatis. Sulit untuk menjadi penonton di ruang tamu. Setting itu sendiri mengundang setiap anggota untuk berpartisipasi, berkontribusi, melayani tubuh, dan dilayani. Itu bukan solusi alternatif untuk perkumpulan kecil. Itulah normal Perjanjian Baru.

Empat Pilar di Rumah

Ketika kamu menanggalkan unsur-unsur kehidupan gereja modern yang bersifat kultural dan bukan alkitabiah, apa yang tersisa sungguh mengagumkan dalam kesederhanaannya:

Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

— Kisah Para Rasul 2:42 (TB)

Empat pilar. Pengajaran yang kuat. Persekutuan yang nyata. Perjamuan Tuhan. Doa bersama. Tidak satu pun dari keempat hal itu membutuhkan gedung. Tidak satu pun membutuhkan panggung. Tidak satu pun membutuhkan anggaran. Yang dibutuhkan adalah orang-orang percaya yang mengasihi Yesus dan ingin berjalan bersama-Nya.

Gereja rumah yang setia akan mengalami ekspresi keempat pilar itu yang bermakna setiap kali berkumpul — dan setting rumah cenderung membawa kedalaman masing-masing pilar itu ke permukaan. Pengajaran menjadi percakapan, diterapkan, dan diingat. Persekutuan menjadi kehidupan yang dibagikan, bukan sekadar jabat tangan di lobi. Perjamuan Kudus menjadi makan bersama sebagai keluarga dalam setting yang tepat seperti Yesus menetapkannya. Doa menjadi korporat, personal, dan tanpa terburu-buru.

Seperti Apa Perkumpulan Gereja Rumah

Inilah pertanyaan praktis yang mengikuti pertanyaan alkitabiah. Tanpa panggung dan urutan kebaktian, apa yang sesungguhnya dilakukan gereja rumah yang setia ketika berkumpul?

Perikop yang paling jelas adalah gambaran Paulus tentang perkumpulan di Korintus:

Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh; semuanya itu hendaklah dipergunakan untuk membangun.

— 1 Korintus 14:26 (TB)

Tiap-tiap orang. Itulah frasa yang berlaku. Beberapa orang percaya yang berkontribusi — sebuah lagu, sebuah pengajaran, bahasa roh beserta tafsiran, sebuah penyataan — semuanya untuk membangun tubuh. Tambahkan empat pilar dan perkumpulan gereja rumah yang normal akan terlihat kira-kira seperti ini:

  • Sambutan dan koneksi — beberapa menit menyapa, percakapan yang nyata, menetap
  • Penyembahan — bernyanyi bersama, dengan gitar, ponsel yang memutar iringan, atau a cappella; kadang nyanyian rohani klasik, kadang lagu kontemporer, kadang spontan
  • Firman dan pengajaran — sebuah perikop dibuka, diajarkan, diterapkan pada kehidupan orang-orang yang hadir
  • Respons dan kontribusi — kesaksian, perkataan profetis, kata-kata dorongan, karunia-karunia Roh yang beroperasi
  • Doa satu sama lain — penumpangan tangan bagi yang sakit, yang sedang berjuang, yang sedang mencari; Yakobus 5:14 dalam kehidupan nyata
  • Perjamuan Tuhan — roti dipecahkan, cawan, firman dari Tuhan, mengingat kematian-Nya
  • Makan bersama atau kudapan — persekutuan yang berlanjut melampaui waktu formal

Ini bukan kebaktian yang serba kurang. Ini adalah kebaktian yang lengkap. Dan hampir selalu berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan orang, karena tidak ada yang terburu-buru menuju tempat parkir.

Keteraturan dalam Roh

Dipimpin Roh tidak berarti kacau. Paulus menegaskan hal ini:

Jikalau ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.

— 1 Korintus 14:27 (TB)

Nabi-nabi hendaklah berbicara dua atau tiga orang, dan yang lain menanggapi apa yang mereka katakan.

— 1 Korintus 14:29 (TB)

Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera. Demikianlah yang berlaku di semua Jemaat orang-orang kudus.

— 1 Korintus 14:33 (TB)

Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.

— 1 Korintus 14:40 (TB)

Keteraturan dan Roh bukanlah musuh. Keduanya bekerja bersama-sama ketika tubuh diajarkan dengan baik. Para penatua memberikan pengawasan. Tubuh bertumbuh ke dalam keteraturan yang dipimpin Roh seiring waktu. Tidak ada yang berkaitan dengan pertemuan di rumah yang mengharuskan menurunkan standar keseriusan doktrinal atau ketajaman rohani. Bahkan sebaliknya — karena semua orang cukup dekat satu sama lain untuk saling bertanggung jawab.

Perjamuan Kudus dan Baptisan di Rumah

Dua ordinansi Kristus berdiri di jantung kehidupan gereja. Keduanya cocok secara alami di dalam rumah.

Perjamuan Tuhan

Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucapkan syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!" Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!" Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

— 1 Korintus 11:23–26 (TB)

Perjamuan Tuhan ditetapkan di dalam sebuah rumah, di sekitar meja makan. Perjanjian Baru tidak memberikan instruksi yang mengikat perjamuan pada gedung tertentu atau pada pendeta yang ditahbiskan. Gereja rumah memecah roti dan minum cawan bersama-sama, secara teratur, dengan rasa hormat. Kebanyakan melakukannya setiap minggu. Kesederhanaan setting rumah sesuai dengan kesederhanaan yang Kristus tetapkan.

Baptisan

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.

— Matius 28:19 (TB)

Baptisan mengikuti iman. Ketika seseorang dalam gereja rumah meletakkan iman mereka kepada Kristus, mereka dibaptis — biasanya dengan selam penuh, di kolam, sungai, danau, laut, atau di mana saja yang airnya cukup. Filipus membaptis pejabat dari Etiopia di tepi jalan gurun (Kisah 8) tanpa logistik yang rumit. Seorang penatua atau orang percaya lain yang sudah matang biasanya membaptis. Jemaat berkumpul dan menyambut orang percaya baru secara publik ke dalam keluarga.

Pertanyaan Umum

Di sebagian besar negara, ya — perkumpulan kecil orang percaya di rumah pribadi untuk doa, penyembahan, dan pengajaran tidak memerlukan izin pemerintah. Mungkin ada pertimbangan zonasi setempat ketika persekutuan berkembang pesat atau mulai menggunakan area parkir. Mungkin ada persyaratan khusus untuk perlindungan anak ketika ada anak-anak yang terlibat. Tidak satu pun dari hal-hal ini menjadi alasan untuk tidak memulai.

Apa bedanya gereja rumah dengan kelompok studi Alkitab?

Studi Alkitab berfokus pada studi dan diskusi. Gereja rumah adalah ekspresi lengkap dari tubuh Kristus — dengan penyembahan, Perjamuan Tuhan, baptisan, kepemimpinan yang plural seiring waktu, dan kehidupan yang dibagikan bersama. Gereja rumah bisa mencakup studi Alkitab; studi Alkitab belum menjadi gereja rumah.

Apakah kita perlu "nama gereja" atau mendaftar?

Secara alkitabiah, tidak. Secara praktis, begitu ada aliran keuangan dan persekutuan lebih dari beberapa keluarga, semacam nama dan struktur hukum dasar (sering berupa perkumpulan yang tidak berbadan hukum atau yayasan kecil nirlaba, tergantung negaramu) membuat akuntabilitas lebih mudah. Tidak satu pun dari ini diperlukan untuk memulai.

Bagaimana dengan anak-anak?

Anak-anak termasuk dalam perkumpulan. Kebanyakan gereja rumah membiarkan mereka bersama orang dewasa untuk penyembahan dan Perjamuan Tuhan, kemudian baik menyertakan mereka dalam pengajaran atau menyediakan pengajaran yang sesuai usia selama bagian orang dewasa yang lebih panjang. Persekutuan menjadi keluarga besar yang kecil bagi mereka — yang merupakan salah satu berkat terdalam dari model ini.

Apakah kita perlu menyebut diri "gereja"?

Kamu memang sudah menjadi satu. Apakah kamu memilih label itu secara publik adalah pertanyaan yang terpisah. Beberapa perkumpulan rumah lebih memilih "persekutuan" karena beban budaya yang melekat pada kata "gereja." Keduanya baik-baik saja. Apa yang kamu sebut dirimu tidak menentukan apa dirimu sesungguhnya. Kristus telah memanggilmu keluar, mengumpulkanmu dalam nama-Nya, memberikanmu Roh-Nya, dan membangunmu bersama-sama sebagai tubuh-Nya. Itulah gereja.

Inti Permasalahan

Bisakah kita memiliki gereja di rumah? Ya — karena gereja adalah manusia, bukan tempat. Ya — karena gereja mula-mula melakukannya. Ya — karena Kristus menjanjikan kehadiran-Nya di mana pun umat-Nya berkumpul dalam nama-Nya. Ya — karena Roh Kudus bergerak melalui umat-Nya terlepas dari alamat. Ya — karena setiap orang percaya adalah imam dengan akses langsung kepada Bapa. Ya — karena empat pilar membutuhkan orang percaya yang mengasihi Yesus, bukan luas bangunan.

Gereja rumah bukan kompromi. Ini adalah pemulihan — kesederhanaan, keintiman, partisipasi, kenormalan supranatural, dan bentuk asli dari tubuh Kristus.

Dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

— Matius 16:18 (TB)

Dialah yang membangun. Dia membangun jemaat-Nya melalui orang-orang yang berjalan bersama-Nya dalam iman — di mana pun mereka berkumpul.

Poin-Poin Utama

  • Kata Yunani untuk "gereja" (ekklesia) berarti sidang orang percaya yang dipanggil keluar, bukan sebuah gedung
  • Gereja mula-mula bertemu di rumah-rumah hampir selama tiga abad — Roma 16:5, Kolose 4:15, Filemon 2, dan lainnya menyapa "jemaat di rumah mereka"
  • Janji kehadiran Kristus (Matius 18:20) hanya membutuhkan orang percaya yang berkumpul dalam nama-Nya
  • Orang percaya membawa otoritas nyata dalam nama Kristus — untuk penyembuhan, pembebasan, dan pekerjaan Kerajaan Allah — di mana pun mereka berkumpul
  • Empat pilar (Kisah 2:42) — pengajaran, persekutuan, pemecahan roti, doa — membutuhkan orang-orang yang mengasihi Yesus, bukan gedung
  • Perkumpulan bersifat partisipatif: setiap anggota berkontribusi (1 Korintus 14:26)
  • Perjamuan Kudus dan baptisan cocok secara alami dalam setting rumah — sebagaimana Kristus menetapkannya
  • Dipimpin Roh tidak berarti kacau; keteraturan dan Roh bekerja bersama-sama