Apa yang sesungguhnya dilakukan gereja mula-mula ketika mereka berkumpul?
Pertanyaan ini penting karena sebagian besar perkumpulan gereja modern telah dibentuk oleh berabad-abad tradisi yang terakumulasi, asumsi budaya, dan pergeseran kelembagaan. Hasilnya, di banyak tempat, sudah sangat jauh berbeda dari apa yang digambarkan Perjanjian Baru. Ada panggung. Ada penonton. Ada susunan acara. Segelintir profesional tampil sementara tubuh Kristus hanya menonton.
Itulah bukan perkumpulan Perjanjian Baru. Perkumpulan Perjanjian Baru adalah sesuatu yang lebih tua, lebih sederhana, dan jauh lebih partisipatif — setiap anggota turut berkontribusi, Roh bergerak, Tuhan hadir, dan tubuh Kristus dibangun oleh apa yang disuplai oleh setiap sendinya.
Empat Pilar — Kisah Para Rasul 2:42
Ringkasan paling jelas tentang apa yang dilakukan gereja pertama ketika berkumpul datang dari masa paling awal, tepat setelah Pentakosta:
Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
— Kisah Para Rasul 2:42 (TB)
Empat pilar. Empat elemen penopang yang mendefinisikan kehidupan bersama gereja mula-mula. Setiap perkumpulan Kristen yang setia sejak saat itu bertumpu pada ungkapan keempat pilar ini. Tanggalkan salah satunya, dan perkumpulan itu menjadi tidak lengkap. Pegang keempatnya bersama, dan tubuh Kristus sedang dibangun sebagaimana yang Alkitab maksudkan.
Pengajaran Para Rasul
Ini adalah pengajaran Firman — sehat, diterapkan secara nyata, setia pada apa yang telah Kristus nyatakan. Gereja mula-mula bertekun di dalamnya, artinya ini bukan sesuatu yang pilihan, bukan sesekali, bukan hanya untuk orang-orang yang paling bersemangat. Seluruh tubuh Kristus menerima pengajaran sebagai bagian tetap dari perkumpulan.
Seperti apa pengajaran yang sehat dalam praktik? Ia membuka Alkitab dan menjadikannya jelas. Ia menerapkan apa yang dibaca pada kehidupan nyata para jemaat. Ia membangun iman. Ia mengoreksi kesalahan. Ia memperlengkapi orang-orang kudus. Ia tidak bertujuan tampil memukau; ia melayani pertumbuhan tubuh Kristus menuju Kristus.
Dalam gereja rumah atau persekutuan kecil, pengajaran sering bersifat percakapan. Para jemaat bisa mengajukan pertanyaan. Pengajar bisa menjawab hal-hal yang benar-benar tidak dipahami orang. Pemahaman tubuh Kristus semakin dalam melalui dialog, bukan monolog. Ini lebih mendekati cara kerja pengajaran di Perjanjian Baru daripada model ceramah-dari-atas-panggung modern — dan bisa dibilang lebih efektif.
Persekutuan — Koinōnia
Kata Yunani koinōnia diterjemahkan "persekutuan," tetapi maknanya jauh lebih dalam dari sekadar obrolan ringan yang sering dianggap sebagai persekutuan dalam kehidupan gereja modern. Koinōnia berarti kehidupan yang dibagikan bersama. Partisipasi bersama. Kemitraan dalam sesuatu yang bermakna — dalam hal ini, kehidupan Kristus sendiri.
Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita mengucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?
— 1 Korintus 10:16 (TB)
Dan persekutuan kita adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.
— 1 Yohanes 1:3 (TB)
Gereja mula-mula berbagi makanan bersama (Kisah Para Rasul 2:46, TB). Mereka berbagi sumber daya saat ada kebutuhan (Kisah Para Rasul 4:32–35, TB). Mereka menanggung beban satu sama lain (Galatia 6:2, TB). Mereka saling mengaku dosa dan berdoa untuk kesembuhan (Yakobus 5:16, TB). Mereka mengenal kehidupan satu sama lain, dan mereka masuk ke dalamnya.
Persekutuan yang kecil memiliki skala relasional untuk mewujudkan ini secara nyata. Orang-orang tidak anonim. Beban diketahui bersama. Sukacita dibagikan bersama. Pengakuan dosa dan doa terjadi bersama orang-orang yang benar-benar hidup dalam realitas minggu demi minggu yang sama. Inilah persekutuan sebagaimana Perjanjian Baru menggunakan kata itu.
Memecah-mecahkan Roti
Ini merujuk baik pada makan bersama maupun, lebih khususnya, pada Perjamuan Tuhan. Gereja mula-mula melakukan keduanya — dan sering bersama-sama.
Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati.
— Kisah Para Rasul 2:46 (TB)
Perjamuan Tuhan ditetapkan di sekitar meja makan, di dalam sebuah rumah, pada malam ketika Yesus diserahkan (1 Korintus 11:23–26, TB). Gereja mula-mula mempertahankan pola itu. Perjamuan itu bukan sepotong kecil upacara yang disisipkan di antara lagu-lagu. Itu adalah makan bersama yang sungguh-sungguh dengan roti dan cawan sebagai pusatnya — meja keluarga di mana Tuhan adalah tuan rumahnya.
Gereja rumah atau persekutuan kecil memulihkan kesederhanaan ini secara alami. Perjamuan Kudus dapat mengambil tempat yang semestinya — sentral, rutin, sederhana — beriringan dengan kehidupan bersama tubuh Kristus.
Berdoa
Gereja mula-mula berdoa ketika berkumpul. Bukan doa pembuka dan penutup yang sekadar basa-basi, tetapi doa korporat yang sungguh-sungguh — kadang singkat, kadang panjang, kadang spesifik, kadang spontan, selalu menjadi inti.
Setelah dibebaskan, pergilah mereka kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceritakan semua yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka. Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya... Dan ketika mereka habis berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.
— Kisah Para Rasul 4:23–24, 31 (TB)
Inilah doa korporat yang sungguh-sungguh mengubah keadaan. Tubuh Kristus berseru bersama-sama. Roh bergerak. Tempat itu bergoncang. Keberanian datang. Sebuah perkumpulan yang setia hari ini masih memiliki potensi itu — ketika doa diperlakukan sebagai inti, bukan sekadar upacara.
Pola Partisipatif — 1 Korintus 14:26
Jika Kisah Para Rasul 2:42 memberitahu kita apa yang mereka lakukan, 1 Korintus 14:26 memberitahu kita bagaimana mereka melakukannya.
Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mempersembahkan mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.
— 1 Korintus 14:26 (TB)
Inilah ayat yang paling sering diabaikan dalam Perjanjian Baru menyangkut perkumpulan gereja. Bacalah sekali lagi dengan seksama. Tiap-tiap orang memiliki sesuatu untuk dibawa. Beberapa jemaat turut berkontribusi — sebuah lagu, sebuah pengajaran, bahasa roh dengan penafsiran, sebuah penyataan — di bawah pimpinan Roh, semuanya untuk membangun tubuh Kristus.
Ini bukan gambaran perkumpulan yang luar biasa atau kacau. Ini adalah instruksi normatif Paulus kepada gereja Perjanjian Baru tentang bagaimana perkumpulan mereka seharusnya berjalan.
Apa Makna "Tiap-Tiap Orang" Sesungguhnya
Ini tidak berarti setiap orang dalam setiap perkumpulan harus berkontribusi secara verbal. Artinya perkumpulan itu terstruktur untuk memungkinkan hal itu. Yang diharapkan adalah partisipasi, bukan pertunjukan. Siapa pun yang memiliki sesuatu untuk dibawa — sebuah lagu, sebuah pengajaran, sebuah firman nubuat, sebuah penafsiran, sebuah kesaksian, sebuah doa, sebuah ayat Alkitab — memiliki tempat dalam perkumpulan untuk membawanya.
Ini membutuhkan persekutuan di mana:
- Tempatnya cukup kecil atau cukup terorganisir untuk memungkinkan kontribusi
- Waktu tidak terlalu terprogram ketat sehingga tidak ada ruang bagi Roh
- Jemaat diajarkan dan didorong untuk membawa apa yang mereka miliki
- Para pemimpin memfasilitasi, bukan mendominasi
- Ketertiban dan Roh keduanya dihormati
Gereja rumah atau persekutuan kecil sangat cocok untuk ini. Ruangannya berukuran manusiawi. Waktunya fleksibel. Hubungan-hubungannya nyata. Setiap anggota benar-benar dapat berkontribusi tanpa mengganggu keseluruhan.
Daftar yang Diberikan Paulus
Daftar Paulus — mazmur, pengajaran, bahasa roh, penyataan, penafsiran — tidak bersifat exhaustif. Itu hanya ilustratif. Daftar itu menyampaikan satu poin: perkumpulan Perjanjian Baru melibatkan berbagai jenis kontribusi dari beberapa jemaat, semuanya diarahkan untuk membangun tubuh Kristus.
- Sebuah mazmur — bernyanyi bersama, kadang memimpin tubuh Kristus dalam penyembahan, kadang bernyanyi secara profetis
- Sebuah pengajaran — membuka Firman, menguraikan apa yang telah Allah tunjukkan
- Bahasa roh — berbicara dalam bahasa yang tidak dikenal atas dorongan Roh (selalu disertai penafsiran dalam perkumpulan)
- Sebuah penyataan — berbagi apa yang telah ditunjukkan Roh — sebuah penglihatan, sebuah firman nubuat, sebuah perkataan pengetahuan atau hikmat
- Sebuah penafsiran — menyampaikan makna dari bahasa roh yang telah diberikan
Dalam perkumpulan Perjanjian Baru yang sehat hari ini, Anda mungkin juga melihat: kesaksian tentang apa yang Allah sedang kerjakan, doa untuk orang sakit dengan penumpangan tangan, kata-kata dorongan dan nasihat, berbagi beban untuk didoakan, perkumpulan bersama di Perjamuan Tuhan, dan makan bersama.
Ketertiban dan Roh
Di sinilah pengajaran Paulus menjadi sangat penting secara pastoral. Perkumpulan yang dipimpin Roh dapat menjadi kacau jika tidak ada yang memperhatikan ketertiban. Maka Paulus memberikan instruksi yang jelas dalam bab yang sama.
Jika ada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya. Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkan, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
— 1 Korintus 14:27–28 (TB)
Juga dua atau tiga orang nabi harus berkata-kata dan yang lain harus menanggapi. Tetapi jika ada seorang lain yang mendapat penyataan, sedang yang pertama itu duduk, maka yang pertama itu harus berdiam diri. Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang, sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan. Karunia nabi takluk kepada nabi.
— 1 Korintus 14:29–32 (TB)
Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera. Ini berlaku di semua Jemaat orang-orang kudus.
— 1 Korintus 14:33 (TB)
Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.
— 1 Korintus 14:40 (TB)
Dipimpin Roh tidak berarti kacau. Karunia-karunia Roh beroperasi dalam ketertiban. Para nabi berbicara satu per satu. Bahasa roh dibatasi dua atau tiga dengan penafsiran. Tubuh Kristus menimbang apa yang disampaikan. Kekacauan bukan pekerjaan Roh; damai sejahtera adalah.
Dalam praktik, ini berarti perkumpulan memiliki seseorang (atau beberapa orang) yang memfasilitasi — bukan berkhotbah sepanjang waktu, tetapi mengamati aliran, mengenali kapan sesuatu perlu dimunculkan, menahan dengan lembut jika diperlukan, menimbang kata-kata nubuat bersama yang lain. Para penatua biasanya yang mengemban peran ini.
Seperti Apa Perkumpulan yang Setia
Seperti apa ini dalam praktik ketika sebuah persekutuan menjalaninya? Setiap perkumpulan berbeda. Setiap tubuh Kristus menemukan ritmenya sendiri di bawah pimpinan Tuhan. Tetapi ada elemen-elemen yang umum.
Sambutan dan Koneksi
Beberapa menit pertama berlangsung tanpa tergesa-gesa. Orang-orang tiba. Mereka saling menyapa. Tuan rumah (dalam gereja rumah) atau para penatua (dalam persekutuan kecil yang bertemu di tempat lain) menyambut yang datang dengan hangat. Ada percakapan yang nyata, bukan sekadar pengakuan sopan. Ini adalah bagian dari perkumpulan, bukan penundaan sebelumnya dimulai.
Menyembah Bersama
Bernyanyi adalah inti. Lagu-lagu puji-pujian, lagu-lagu kesaksian, lagu-lagu keintiman dengan Tuhan. Kadang kidung lama. Kadang kontemporer. Kadang lagu-lagu spontan yang dinyanyikan dalam Roh yang muncul tanpa perencanaan. Sebuah gitar, sebuah piano, sebuah ponsel dengan musik pengiring, atau hanya suara-suara — tidak satu pun dari ini yang wajib ada. Tuhan bersemayam di atas puji-pujian (Mazmur 22:4, TB) terlepas dari kecanggihan musiknya.
Firman
Alkitab dibuka dan diajarkan. Kadang sebuah perikop dibaca secara berurutan selama beberapa minggu. Kadang sebuah topik dibahas. Kadang Tuhan menunjukkan kepada para penatua kebutuhan khusus dalam tubuh Kristus dan pengajaran itu menjawabnya. Pengajaran memberi makan domba-domba — bukan untuk mengesankan mereka, bukan menghibur mereka, bukan berceramah melewati kehidupan mereka, tetapi menerapkan Firman pada tempat mereka benar-benar hidup.
Pengajaran bisa berupa satu pesan panjang atau beberapa yang lebih pendek. Bisa disampaikan oleh satu penatua atau beberapa yang mengambil bagian-bagian. Tubuh Kristus berinteraksi dengan Firman; pertanyaan disambut; penerapan bersifat konkret.
Kontribusi yang Dipimpin Roh
Waktu dibiarkan terbuka bagi Roh untuk memimpin. Firman-firman nubuat datang. Perkataan pengetahuan dan hikmat disampaikan. Bahasa roh dengan penafsiran. Kesaksian tentang apa yang telah Tuhan lakukan dalam seminggu terakhir. Ajakan untuk berdoa. Kadang penyembuhan khusus terjadi. Kadang pelepasan. Perkumpulan tidak berjalan berdasarkan jadwal yang ketat; ia berjalan berdasarkan waktu Roh dalam batas-batas yang wajar.
Para penatua memfasilitasi. Mereka menimbang apa yang dibawa. Mereka mengenali kapan sesuatu berasal dari Tuhan dan kapan tidak. Mereka melindungi tubuh Kristus dari kekacauan tanpa memadamkan Roh.
Perjamuan Tuhan
Perjamuan Kudus mengambil tempatnya — sentral, rutin, sederhana. Roti dipecah-pecahkan. Cawan dibagikan. Firman dari Tuhan disampaikan. Tubuh Kristus mengingat kematian-Nya sampai Ia datang (1 Korintus 11:26, TB). Pemeriksaan diri terjadi. Perdamaian di antara saudara-saudari seiman diperiksa. Tubuh Kristus mengambil bagian bersama sebagai satu kesatuan.
Di banyak gereja rumah, ini dijalin dalam sebuah makan bersama — memulihkan sebagian dari latar asli di mana Kristus menetapkannya.
Doa Satu untuk yang Lain
Para jemaat datang ke depan — atau diundang ke depan — untuk didoakan. Tubuh Kristus menumpangkan tangan kepada mereka yang membutuhkannya. Orang-orang sakit didoakan dalam nama Yesus. Orang-orang yang berjuang diberi semangat. Peperangan rohani dilancarkan jika diperlukan. Tubuh Kristus melayani dirinya sendiri, bukan hanya menerima dari satu pelayan di depan.
Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia.
— Yakobus 5:14–15 (TB)
Makan Bersama
Jika memungkinkan, sebuah makan bersama memperpanjang perkumpulan. Kadang itu adalah Perjamuan Tuhan sendiri dalam bentuk yang diperluas. Kadang itu sekadar makanan yang dibagikan setelah waktu formal. Persekutuan yang nyata semakin dalam di sekitar makanan. Orang-orang yang hanya duduk berjajar bersama tidak pernah menjadi sebuah keluarga. Orang-orang yang makan bersama menjadi satu.
Berapa Lama? Seberapa Sering?
Perjanjian Baru tidak memberikan jawaban spesifik untuk kedua pertanyaan ini. Ia menunjukkan beragam pola. Kisah Para Rasul 2:46 memperlihatkan gereja mula-mula bertemu setiap hari, baik di Bait Allah maupun dari rumah ke rumah. Bagian lain menunjukkan perkumpulan mingguan pada hari pertama dalam seminggu (Kisah Para Rasul 20:7, 1 Korintus 16:2, TB). Persekutuan-persekutuan yang berbeda di tempat yang berbeda jelas memiliki ritme yang berbeda-beda.
Untuk gereja rumah atau persekutuan kecil yang khas hari ini, perkumpulan Minggu mingguan selama dua hingga tiga jam berjalan dengan baik — cukup panjang bagi keempat pilar untuk mendapat ekspresi yang nyata, cukup singkat untuk tidak melelahkan keluarga dengan anak-anak kecil. Banyak persekutuan menambahkan doa pertengahan minggu atau studi Alkitab, sering kali lebih singkat dan lebih terfokus. Beberapa mengadakan makan bersama bulanan atau retret triwulanan.
Prinsipnya: perkumpulan harus cukup lama dan cukup sering untuk kehidupan rohani yang nyata dapat dipupuk, dan cukup singkat serta berkelanjutan sehingga tidak menjadi beban yang tidak dapat ditanggung tubuh Kristus selama bertahun-tahun.
Apa yang Bukan Ini
Penting untuk menyatakan dengan jelas apa yang bukan perkumpulan Perjanjian Baru — karena begitu banyak perkumpulan telah menjadi apa yang bukan itu.
- Ini bukan kebaktian untuk ditonton. Segelintir profesional tampil sementara tubuh Kristus menonton bukanlah pola Perjanjian Baru.
- Ini bukan konser dengan khotbah. Penyembahan adalah partisipasi, bukan pertunjukan.
- Ini bukan kelas. Pengajaran adalah salah satu dari empat pilar, bukan keseluruhan perkumpulan.
- Ini bukan klub. Persekutuan yang nyata berakar dalam Kristus, bukan sekadar pergaulan.
- Ini bukan program. Kontribusi yang dipimpin Roh membutuhkan ruang yang tidak diberikan oleh program.
- Ini bukan kekacauan. Ketertiban adalah bagian dari rancangannya, bukan kompromi terhadapnya.
Perkumpulan yang setia menolak pengurangan-pengurangan ini. Ia memegang keempat pilar bersama-sama. Ia menghormati pola partisipatif. Ia berjalan dalam ketertiban yang dipimpin Roh. Ia membangun tubuh Kristus.
Pertanyaan Umum
Bagaimana jika perkumpulan kami sebagian besar diisi para penatua yang mengajar, dengan sedikit kontribusi dari yang lain?
Itulah penyimpangan yang paling umum, dan yang paling mudah dikoreksi. Mulailah membuat ruang yang disengaja — pada awalnya, waktu terstruktur untuk kesaksian atau permintaan doa, lalu berkembang menjadi kontribusi nubuat dan karunia-karunia Roh lainnya ketika para jemaat belajar berfungsi di dalamnya. Ajarkan 1 Korintus 14 secara eksplisit agar tubuh Kristus tahu ke mana mereka diundang. Sebagian besar persekutuan menemukan bahwa dalam beberapa bulan, partisipasi yang nyata sudah mulai terjadi, dan dalam satu atau dua tahun, perkumpulan itu terlihat jauh berbeda secara substansial.
Bagaimana kita menangani pengunjung yang tidak tahu apa yang kita lakukan?
Sambutan verbal singkat di awal, menyebutkan jenis perkumpulan ini, apa yang dapat mereka harapkan, dan bagaimana mereka bebas berpartisipasi atau sekadar mengamati sesuai kenyamanan mereka. Kebanyakan pengunjung yang datang dari latar belakang gereja tradisional merasa perkumpulan Perjanjian Baru yang setia itu menyegarkan begitu mereka memahami apa yang terjadi. Beberapa membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri. Keduanya tidak masalah.
Bagaimana jika seseorang membawa sesuatu yang tampaknya bukan dari Tuhan?
Koreksi yang lembut oleh para penatua, biasanya setelah perkumpulan, kadang saat itu juga jika diperlukan. Tidak setiap upaya nubuat itu matang; tidak setiap kontribusi tepat sasaran. Para penatua menimbang, mendorong apa yang dari Dia, dan dengan lembut mengoreksi apa yang bukan. Dilakukan dengan kasih dari waktu ke waktu, ini mengajar seluruh tubuh Kristus untuk membedakan.
Haruskah kita memiliki urutan tertentu, atau sekadar melihat apa yang Roh lakukan?
Beberapa struktur membantu. Aliran umum — sambutan, penyembahan, Firman, kontribusi, Perjamuan Tuhan, doa, makan bersama — memberi bentuk pada perkumpulan tanpa menguncinya. Dalam aliran itu, Roh bebas mengarahkan waktu, kedalaman, dan penekanan. Spontanitas murni cenderung menuju kekacauan; struktur murni cenderung menuju formalitas. Perkumpulan yang setia memegang keduanya bersama.
Bagaimana dengan anak-anak?
Kebanyakan gereja rumah menyertakan anak-anak bersama orang dewasa untuk penyembahan dan Perjamuan Tuhan, kemudian entah menyertakan mereka dalam pengajaran di tingkat yang sesuai usia atau mengadakan pengajaran yang lebih singkat untuk mereka sementara orang dewasa melanjutkan. Anak-anak termasuk dalam perkumpulan. Mereka belajar menyembah dengan berpartisipasi dalam penyembahan. Persekutuan itu menjadi keluarga besar yang kecil bagi mereka.
Penutup
Perkumpulan Perjanjian Baru bukan versi modern gereja yang sudah dilucuti. Ia adalah yang asli. Pola-pola yang Alkitab tetapkan — empat pilar, kontribusi partisipatif, ketertiban yang dipimpin Roh — bukan ideal yang mustahil. Itu adalah kehidupan normal dari tubuh Kristus yang berjalan di bawah kepemimpinan Kristus sebagai Kepala dan pimpinan Roh.
Persekutuan yang memulihkan perkumpulan ini memulihkan sesuatu yang sangat penting. Tubuh Kristus bertumbuh. Yang supranatural menjadi normal. Para jemaat berjalan dalam imamat semua orang percaya. Tuhan benar-benar hadir di tengah-tengah umat-Nya, membangun mereka menjadi kepenuhan dari siapa yang telah Ia panggil mereka untuk menjadi.
Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.
— Matius 18:20 (TB)
Itulah tujuan setiap perkumpulan — umat-Nya, dalam nama-Nya, dengan Dia di tengah-tengah mereka, dibangun oleh apa yang disuplai oleh setiap sendinya, sampai seluruh tubuh telah mencapai ukuran dan kepenuhan Kristus.
Poin-Poin Utama
- Empat pilar perkumpulan Perjanjian Baru adalah pengajaran yang sehat, persekutuan yang nyata (koinōnia), memecah-mecahkan roti, dan doa korporat (Kisah Para Rasul 2:42, TB)
- Pola partisipatif dari 1 Korintus 14:26 — tiap-tiap orang memiliki — bersifat normatif, bukan pengecualian
- Dipimpin Roh tidak berarti kacau; ketertiban dan Roh bekerja bersama (1 Korintus 14:33, 40, TB)
- Perkumpulan yang setia biasanya mencakup sambutan, penyembahan, Firman, kontribusi yang dipimpin Roh, Perjamuan Tuhan, doa satu untuk yang lain, dan makan bersama
- Perkumpulan adalah tubuh Kristus yang membangun dirinya sendiri — setiap sendi menyuplai — bukan segelintir profesional yang tampil bagi penonton
- Para penatua memfasilitasi aliran, menimbang apa yang dibawa, dan melindungi tubuh Kristus dari kekacauan tanpa memadamkan Roh
- Yang supranatural yang normal dalam Perjanjian Baru — karunia-karunia Roh, penyembuhan, pelayanan nubuat — terjadi dalam perkumpulan ketika tubuh Kristus berjalan di bawah kepemimpinan Kristus sebagai Kepala dan pimpinan Roh